Rabu, 16 Februari 2011

MERASA ADA KEANEHAN DI RUMAH SAKIT

Berawal dari sakitnya ayahku, blog ini cukup lama menjadi tidak ter-update. Setelah setengah bulan ayahku di opname di rumah sakit yang berada di Kabupaten maka ayahku sudah dibolehkan untuk pulang (rawat jalan) walaupun belum bisa duduk sendiri tetapi keadaannya sudah terlihat membaik. Belum sepuluh hari rawat jalan ayahku kembali merasakan mual lalu muntah disertai dengan buang air besar. Aku sangat terkejut ketika mendapat khabar ayahku harus di bawa ke rumah sakit di kota Pontianak tempatku berdomisili. Tanpa pikir panjang akupun langsung mengurus pendaftaran dengan memberikan biaya DP sambil menunggu datangnya ambulan yang membawa ayahku menuju rumah sakit yang cukup elite yang ada di kotaku ini.

Ketika ambulan tiba, ayahku langsung diantar ke ruang UGD di rumah sakit ini. Penanganan awal di ruang UGD telah mengeluarkan biaya pengobatan yang tidak sedikit menurut ukuran gajiku. Setelah hampir satu jam barulah ayahku di antar ke ruang/kamar di lantai 3 yang sudah aku pesan sebelumnya.

Belum beberapa lama ayahku berada di kamar, aku mendapatkan resep baru dari perawat yang katanya telah ber-konsultasi via telepon dengan dokter yang akan menangani ayahku dan obat-obatan yang tertera diresep tersebut langsung ku tebus dengan biaya cukup besar dari sebelumnya.

Hari kedua, lebih membuat hatiku bertambah sedih dan khawatir, karena ibuku yang turut menemani ayahku sampai di salah satu rumah sakit diPontianak ini terlihat lemah karena ibuku memang masih kurang sehat karena penyakitnya. Tanpa pikir panjang lagi sekalian saja ibuku kuajak berkonsultasi dan memeriksakan dirinya dengan salah satu dokter umum yang ada di rumah sakit tersebut. Hasil pemeriksaan menyatakan ibuku harus beristirahat total dan disarankan untuk tidak berada di rumah sakit (istirahat di rumah). Setelah makan siang ibuku diantar ke tempat tinggal adikku, untuk beristirahat sementara selama ayahku di rawat.

Kembali ke cerita ayahku, pada malam harinya dokter datang memeriksa dan setelah pemeriksaan dokter menyarankan ayahku untuk diterapi guna membantu penyembuhannya. Malam itu juga setelah pemeriksaan selesai datanglah perawat yang mengantarkan resep untuk ditebus esok paginya.

Pagi hari ketiga aku kembali ke rumah sakit untuk menebus obat-obat dari resep yang diberikan tadi malam saat adikku menjaga ayahku, ada peningkatan jumlah lagi dari biaya kali ini . Biaya-biaya yang akan dikeluarkan sejak ayahku sakit memang sudah diantisipasi dan hanya berharap kebesaran Tuhan dan penanganan terbaik dari pihak rumah sakit.

Malam hari dihari ketiga dokter kembali memeriksa kondisi ayahku serta mengatakan ayahku untuk beristirahat saja dulu. Dan seperti sebelumnya pasti ada resep setelah pemeriksaan dokter. Tepat seperti dugaanku, tidak berapa lama setelah dokter pergi, seorang perawat mengantarkan selembar kertas sebesar kartu nama yang sudah diparaf (tidak seperti lembaran resep sebelumnya), perawat tersebut berkata kepadaku;

"Pak, ini resep untuk besok pagi, dan bpk tebus obat-obat yang sudah habis terpakai saja", (akupun dengan tersenyum mengucapkan terima kasih).

Lalu aku bertanya; "Obat apa saja yang sudah habis dan yg harus saya tebus?" (krn aku memang tidak tahu)

perawat tersebut menjawab; "Di bagian pengambilan dan pembayaran sudah tahu kok pak",

akupun hanya berkata; "Oo.. gitu ya" (sambil tersenyum ber-prasangka baik).


Karena khawatir besok pagi aku tidak sempat, maka malam itu juga resep yang sebelumnya diberikan dalam bentuk kertas kecil sebesar kartu nama tadi, akan kutebus, lalu kuberi uang kepada istriku untuk menebusnya, sedangkan aku dan adikku menunggu di ruang inap ayahku.

Singkat cerita ketika istriku sudah membayar dengan jumlah yg lebih besar dari sebelumnya, ia merasa heran karena obat yang diterimanya cukup banyak seperti belanja saja, lalu istriku bertanya kepada petugas pengambilan obat sekaligus petugas pembayaran yang ada di lantai dasar ini;

"Mbak knp obatnya banyak sekali?, bukankah tadi perawat di lantai 3 mengatakan hanya obat yang sudah habis saja..", "dan bukankah mbak sudah tahu",

namun petugas tersebut tidak merasa diberitahu, makanya dia memberi obat-obatan seperti resep pagi hari dan bahkan lebih banyak jumlahnya.

Aku dan adikku merasakan kejadian ini sangat aneh karena obat tersebut diberi banyak melebihi resep pagi sebelumnya, padahal mereka bilang hanya obat-obat yang sudah habis terpakai saja. Lalu kami bertanya;

"Mbak knp bisa begini, bukankah ambil obat dari resep hanya yang diperintahkan dokter?"

Salah satu perawat menjawab membela diri; "Boleh kok pak diambil setengah saja, terserah kepada keluarga menentukannya, dan nanti kalau lebih bisa dikembalikan". (semakin aneh)

Belum lagi aku menyanggah, perawat lainnya membela perawat sebelumnya dan berkata;

"diantara obat-obat yang ditebus merupakan pengganti obat-obat yang dipinjam dari sini pak, makanya lebih dari sebelumnya"

Aku semakin mengerutkan kening, dan dalam hati aku berkata; "Kenapa ada istilah pinjam..., padahal setiap ada resep pasti langsung kami tebus, tapi di luar itu kok ada obat pinjaman yang harus kami ganti, inikan aneh!

Namun aku tidak memperpanjang persoalan karena masih menghargai dan menghormati keberadaan pasien di rumah sakit tersebut, dan dalam hati kami hanya membenarkan apa yang banyak dikatakan orang tentang hal negatif di rumah sakit ini. Dan semoga pihak pengelola lebih sensitif dalam mengawasi setiap layanan yang diberikan.


Selasa, 28 September 2010

DIKLAT TIK BAGI 150 GURU SEKOLAH

Antrian kegiatanku yang lain adalah kegiatan "Diklat Teknologi Informasi & Komunikasi Bagi 150 Guru Sekolah", dimana kegiatan ini merupakan salah satu dari beberapa kegiatan yang kami lakukan dalam tahun anggaran 2010. Diklat ini melibatkan peserta sebanyak 150 orang, 100 guru SD yang akan mendapatkan diklat "Pengenalan Komputer dan Pengoperasian Aplikasi di MS. Office". Sasaran minimal dari diklat ini agar peserta dapat mengenal komputer dan memanfaatkannya untuk media pembelajaran. Kegiatan diklat 100 guru SD ini menggunakan dua LAB Komputer yang ada di SMA Negeri 1 Kota Pontianak.

Untuk 50 peserta lainnya adalah Guru SMP, yang akan diberikan materi "Membangun dan Memanfaatkan Jaringan Via Kabel maupun Wireless". Kegiatan ini berlokasi di LAB ICT Centre Kota Pontianak dan sasaran minimal dari kegiatan ini agar mereka dapat membangun dan memanfaatkan jaringan untuk mengoptimalkan pekerjaan mereka di sekolah masing-masing.

Dalam kegiatan 150 Guru ini dijadwalkan selama 1 minggu, semoga saja apa yang kusampaikan nanti ada yang mereka bisa bawa pulang dan dapat diterapkan.

Rencana Pengembangan TIK Layanan Perizinan di BPMD Kalbar

He.. he.. sudah beberapa minggu blog ini di cuekin karena adanya agenda beberapa kesibukan kedepan. Setelah tulisan sebelumnya pemasangan komputer di Asuransi Jiwasraya yang sampai saat inipun belum ada konsekuensinya bagiku dan rekan-rekan atas pekerjaan yang sudah selesai dikerjakan serta dilaporkan... -keep smile :)

Belum putus kiranya manfaat diriku untuk kembali dilibatkan "Rencana Pengembangan TIK bagi Layanan Perizinan di Kantor BPMD Kalimantan Barat". Untuk sementara berkaitan dengan hal ini keterlibatanku dalam musyawarah penggunaan anggaran tersebut hanya bersifat konsep teknis berkaitan dengan kebutuhan perangkat IT dan cara membangunnya agar dapat mengoptimalkan layanan perizinan di tingkat propinsi berkaitan dengan SPIPISE Online.

Semoga saja apa yang sudah direncanakan dapat terealisasi dan berjalan dengan baik.

Kamis, 19 Agustus 2010

Kegiatan di Kantor Asuransi Jiwasraya

Kerja kilat 2 hari, mulai tanggal 19/08/2010 ada suka dukanya juga di kantor ini, lelah memang ada namun dengan ramahnya setiap staf yang ada di kantor ini membuat lelah jadi tidak terasa.

1 notebook dan 11 pc yang dipasang dalam keadaan baik, setiap perangkat di unit kerja juga sudah terkoneksi dengan server dan periferal lain yang ada di kantor tersebut. Adapun perangkat yang dipasang terletak di Unit Kerja:

  • 2 PC di unit kerja Sumber daya, lantai 2
  • 1 notebook di Regional Manager, lantai 2
  • 2 PC di unit kerja Operasional, lantai 1
  • 4 PC di unit kerja Pertanggungan, lantai 1
  • 3 PC di unit kerja Keuangan, lantai 1
Sedikit bantu juga untuk beberapa komputer yang lama disetting dan diletakkan di meja para staf yang belum memiliki perangkat.

Semoga semangat kerja mereka akan lebih meningkat.

Kamis, 12 Agustus 2010

Kegiatan Awal di Kantor BPMD Kalbar

Satu hari sebelum awal Puasa tanggal 12 Agustus 2010, hadir di kantor BPMD disambut dengan sangat ramah mulai dari pos penjagaan hingga bertemu dengan pejabat sementara Kabid. Pelayanan Perizinan yang memiliki panggilan akrab pak Joko, seorang yang terlihat dari penampilan dan gaya bicaranya beliau adalah seorang yang berkeinginan menyumbangkan setiap waktunya dengan pola pikir dan gagasan untuk memberi kemajuan kepada institusinya.

Banyak ide-ide yang beliau sampaikan dijumpa kali pertama denganku, beberapa dari ide dan keinginannya dapat kupahami terutama yang berkaitan dengan adanya harapan terfasilitasinya perangkat IT yang memadai mulai dari adanya media informasi yang bersifat public maupun lokal.

Satu lagi sahabat baruku bernama pak Syamsuwir salah satu staf di kantor tersebut, beliau merupakan salah satu staf yang telah mendapatkan pelatihan aplikasi SPIPISE, beliau juga banyak membantuku untuk mendapatkan informasi-informasi yang aku butuhkan dalam kegiatan pendampingan penerapan aplikasi SPIPISE di kantor ini.

Hari kedua, kedatangan tamu dari PUSDATIN untuk mensosialisasikan SPIPISE, kegiatan ini akan berlangsung beberapa hari dengan item langsung menggunakan aplikasi train SPIPISE secara online. Kegiatan train pertama di hari kedua ini masih berjalan cukup lancar dan dihadiri oleh staf-staf bidang pelayanan maupun pejabat yang ada di kantor tersebut.

Hari ketiga, Jum'at 14 Agustus 2010 materi sudah mempraktekkan SPIPISE untuk pelayanan Izin Usaha. Kegiatan hari inipun berjalan dengan lancar tanpa hambatan apapun.

Dari pelaksanaan ini ada beberapa hal yang dapat kusimpulkan sementara, yaitu:
  • Ke depan sangatlah diperlukan penambahan Bandwidth,
  • Upgrade diperlukan untuk beberapa perangkat-perangkat komputer,
  • Perlu adanya media informasi (web) untuk publikasi tentang BPMD Kalbar,
  • Belum terbiasanya para staf dalam memberikan pelayanan proses per-izinan,
  • Belum adanya staf yang di SK-kan untuk masing-masing bagian dalam pelayanan per-izinan,
  • Semangat maju para staf untuk mem-fungsikan diri dalam pelayanan proses per-izinan.

Senin, 09 Agustus 2010

Entry Dapodik Kota

Tanggal 7 AGustus 2010, 28 SMK Negeri dan swasta yang ada di kota tempat-ku berpijak mengikuti kegiatan Workshop dan entry Dapodik 2010 menggunakan aplikasi yang telah ku gunakan di kegiatan sebelumnya. Sejak pukul delapan pagi kegiatan ini dilaksanakan walaupun dengan sedikit ada gurauan genitnya kedipan PLN namun kegiatan berjalan lancar.

Hasil entry data dalam kegiatan ini maupun hardcopy format sekolah mereka masing-masing telah ku tampung dan akan diserahkan ke Direktorat dalam beberapa hari ini, dikarenakan format maupun isian data dari beberapa sekolah yang masih perlu diubah dan ditandatangani oleh kepala sekolah masing-masing.

Adanya penambahan sekolah baru dan sekolah yang dahulunya di bawah Departemen lain juga harus dimasukkan dalam Dapodik. Selain adanya SK pendirian atau ijin operasional sekolah, juga dikarenakan siswa yang ada akan mengikuti ujian nasional yang dilaksanakan Depdiknas.

Entry Dapodik Popinsi Kalbar

Seperti tahun sebelumnya Direktorat Pembinaan SMK melaksanakan kembali kegiatan sosialisasi aplikasi dan entry Dapodik tahun 2010 kepada seluruh tim entry dapodik yang ada di Indonesia. Tim yang ada adalah personil dari sekolah yang ditunjuk menjadi pusat TIK yang ada di daerah masing-masing dan sebagian besar diantaranya adalah sekolah yang menjadi Pusdiklat TIK (ICT Centre) kota dan kabupaten.

Kegiatan se-propinsi Kalbar ini dilaksanakan beberapa hari di salah satu hotel di Kota Pontianak. Masing-masing personil dari sekolah TIK yang ditunjuk didampingi pula staf Dinas Pendidikan Kota atau Kabupaten masing-masing.

Aku merupakan salah satu anggota tim entry Dapodik yang menangani wilayah Kota Pontianak, sebagai tim entry tentu sangatlah berharap agar data yang ada dari masing-masing sekolah adalah data yang benar dan akurat serta menggunakan format-format yang sudah disepakati secara nasional agar lebih mudah memasukkan data tersebut. Namun kenyataannya masih ada pula data yang diberikan dalam format yang berbeda.

Semoga di hari depan tidak terjadi lagi hal-hal yang tidak diinginkan dan niat membangun pendidikan sekolah untuk menjadi lebih maju tidak terlepas dari data-data yang diberikan, tentunya dengan rasa tanggung jawab kepada pendidikan dan anak didik kita semua.